PENGHIANAT
Dekat kaya saudara,menjelma jadi sahabat dan menusuk dari belakang begitulah penghianat masuk dalam setiap cela-cela kosong yang memberi kesempatan tak ada ruang perdamayan tapi malah memanfaatkan kesempatan , pelan -pelan namun semakin jelas sasarannya.namanya juga sahabat tak ada batasan tak ada keraguan semuanya kita bagi bersama namun bukan sahabat namanya kalau tak pernah ada masalah dalam suatu hubungan ,anehnya dengan segala cerita yang pernah ada dan hampir segalanya di bagi bersama, sahabat malah masuk sebagai perusak dan orang paling dekat untuk menghancurkan.seperti pembunuh yang menyelip diam -diam .
membunuh pelan-pelan tanpa ada jejak ,berjanji tak saling menyakiti tapi malah sebailiknya yang terjadi .namun penyesalan tak selalu datang di awal tapi sealu ada di akhir ,mencoba ikhlas dan menerima kembali ,melupakan segalanya dan menata dari awal selalu berusaha di lakukan agar tak ada lagi dendam,tapi semakin lama di coba penghianat malah semakin menampakkan dirinya.
Ingin menghapus semua dari memory ini ,namun menerima dan mengikhlaskan seorang perhianat tidak semudah membalikkan telapak tangan. butuh keikhlasan yang luar biasa dan rasa sabar yang tak terhingga serta mendoakan agar menjadi lebih baik .karna biasanya penghianat agak susah untuk di pahami adanya rasa iri,dan ingin memiliki apa yang sahabat lain punya selalu ada di ingatan para penghianat !
membunuh pelan-pelan tanpa ada jejak ,berjanji tak saling menyakiti tapi malah sebailiknya yang terjadi .namun penyesalan tak selalu datang di awal tapi sealu ada di akhir ,mencoba ikhlas dan menerima kembali ,melupakan segalanya dan menata dari awal selalu berusaha di lakukan agar tak ada lagi dendam,tapi semakin lama di coba penghianat malah semakin menampakkan dirinya.
“Wa laa tujadil ‘anilladzina yahtanuna anfusahum, innalllaha laa yuhibbu man kaana khauwanan ‘atsima”
(dan janganlah kamu berdebat –untuk membela- orang-orang yang mengkhianati dirinya, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang banyak berkhianat dan berlumur dosa; An Nisaa’: 107).
Ingin menghapus semua dari memory ini ,namun menerima dan mengikhlaskan seorang perhianat tidak semudah membalikkan telapak tangan. butuh keikhlasan yang luar biasa dan rasa sabar yang tak terhingga serta mendoakan agar menjadi lebih baik .karna biasanya penghianat agak susah untuk di pahami adanya rasa iri,dan ingin memiliki apa yang sahabat lain punya selalu ada di ingatan para penghianat !

Komentar
Posting Komentar